
Purwokerto, 22 November 2024 – Sebagai bagian dari komitmen untuk mengintegrasikan teknologi dengan budaya, SMP Telkom Purwokerto menggelar latihan gamelan dan lengger untuk siswa-siswinya. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter dan keterampilan siswa dalam beradaptasi dengan kebudayaan lokal sekaligus mengembangkan kreativitas mereka.
Latihan gamelan dan lengger ini melibatkan siswa dari seluruh kelas dan dipandu oleh para instruktur berpengalaman. Gamelan, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, dipilih untuk memperkenalkan siswa pada instrumen musik tradisional yang kaya akan nilai seni dan budaya. Di Sanggar Seni Jagabaya Nuswantara Jalan Gandasuli Purwokerto, Siswa kelas 7 dan 9 praktik langsung menyelaraskan nada gamelan Jawa. Berirama, para para guru pun terjun membunyikan alat music tradisional teraebut. “Inilah gameland sesungguhnya, rasa & karsa disatukan dengan irama,” kata TJ Ariri selaku Humas SMP Telkom Purwokerto. Sementara itu, lengger, sebagai seni tari tradisional yang menggabungkan gerakan tubuh dan ekspresi, menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan dalam seni pertunjukan. Khusus kelas 8 secara kolektif di pandu oleh Bu Gita selaku pegiat seni tari Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Mas Kumambang Purwokerto.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengajarkan musik dan tari, tetapi juga menanamkan pentingnya pelestarian budaya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk membentuk karakter siswa yang kreatif dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Kepala SMP Telkom Purwokerto, Bapak Widyatmoko S.T., M.M.T., M.B.A., dalam sambutannya.
Menurut Bu Ika selaku kordinator P5, “Kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh SMP Telkom Purwokerto ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan profil pelajar yang berkarakter, berkebudayaan, dan berwawasan luas.” Siswa tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan tradisi dan kebudayaan Indonesia. Ini menjadi bagian dari kurikulum yang seimbang antara pengajaran berbasis teknologi dan pelestarian budaya.
Sebagai sekolah yang berbasis teknologi, SMP Telkom Purwokerto tetap mengedepankan penggunaan alat bantu teknologi dalam mendukung kegiatan ini. Beberapa sesi latihan bahkan menggunakan aplikasi dan media digital untuk memperkaya pengalaman belajar para siswa, memungkinkan mereka untuk lebih mudah memahami dan berlatih dengan efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMP Telkom Purwokerto dapat semakin mencintai dan melestarikan budaya tradisional Indonesia, sekaligus memupuk rasa kebangsaan dan kebersamaan. Kegiatan gamelan dan lengger ini akan dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang melibatkan seluruh siswa dalam waktu dekat.
(SpatelNews/tj.ariri)

